Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Rayakan Valentine di Hotel, 7 Pasangan Mesum Digerebek

Written By Kilas Posts on Jumat, 15 Februari 2013 | 00.36

Pasangan mesum disidik petugas

Bojonegoro - Sebanyak 15 orang atau 7 pasangan dan satu wanita tak membawa identitas terjaring razia setelah ditemukan menginap di kamar hotel maupun kos tanpa surat nikah.

Mereka terjaring razia yang dilakukan jajaran Kepolisian Resort Bojonegoro saat perayaan Valentine day, Kamis (14/02/2013) malam.

Razia ketertiban secara rutin tersebut dilakukan di penginapan, rumah kost dan hotel yang ada di Bojonegoro. Seperti Hotel Asia, hotel Kudus, hotel sahabat, hotel Wina, hotel Panatau, dan penginapan Faradina. "Sebelumnya sudah dilakukan razia dikamar kost dan ditempat-tempat hiburan," jelas Kabag Sumda, Polres Bojonegoro, Kompol Hanis Subianto.

Razia malam ini menurutnya, untuk mengantisipasi adanya penyakit masyarakat (pekat) dalam perayaan valentine day yang identik dengan perayaan hari kasih sayang. "Ini adalah agenda rutin kita untuk menjaga ketertiban, terutama tempat-tempat penginapan, maupun hotel karena terindikasi telah disalah gunakan," lanjutnya.

Dalam razia ini terjaring mulai dari Mahasiswa sampai orang tua. Seperti pasangan inisial Wan (20) Warga Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro yang tertangkap berduaan didalam kamar hotel Sahabat dengan kekasihnya inisial Wat (20) Mahasiswi salah satu kampus swasta di Bojonegoro jurusan PPKN.

Ketujuh pasangan yang terjaring itu semuanya berpasangan kecuali satu wanita yang tidak membawa identitas sama sekali sedang bertigaan dengan dua orang lelaki disebuah kamar kost di Jalan Teuku Umar Bojonegoro. Mereka kemudian dibawa ke Mako Polres Bojonegoro untuk selanjutnya di data.

"Mereka kita suruh membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika sampai tertangkap kembali maka akan diproses tindak pidana ringan (tipiring),"pungkas Kompol Hanis.

Sumber : www.beritajatim.com

Pantai Tuban Jadi Ajang Mesum Pada Valentine Day


Tuban - Dalam merayakan hari Valentine atau hari kasih sayang di sejumlah ABG  melakukan kencan bahkan banyak pula yang berbuat mesum.

Mereka banyak yang melakukan kencan di pantai Tuban dalam merayakan Valentine, Kamis (14/02/2013).

Pantuan beritajatim.com di lapangan, salah satu pantai yang paling ramai dijadikan tempat untuk memadu kasih para pemuda saat Valentine seperti ini adalah kawasan Pantai Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Pasalnya di sepanjang pantai tersebut terkenal sejuk dengan rindangnya pohon cemara di wilayah itu. "Pantai disini tempatnya memang enak mas, jadi banyak dijadikan tempat untuk pacaran para pasangan muda-mudi. Apalagi kalau lagi hari Valentine seperti ini atau hari libur banyak sekali yang datang," ujar Ali (23), salah satu pemuda yang sedang berada di pantai itu bersama dengan teman-temannya.

Namun tak hanya sekedar pacaran, sebagian besar para pasangan muda-mudi yang sedang merayakan hari kasih sayang itu tak sungkan-sungkannya untuk melakukan perbuatan mesum di tepi pantai tersebut. Meski banyak pengunjung lain yang juga sedang berada di kawasan pantai itu untuk menikmati suasana pantai itu.

"Nampaknya mereka sudah tidak malu mas, bahkan kita yang melihatnya menjadi malu sendiri," sambung Adi pengunjung yang lain.

Dalam melakkukan perbuatan mesum seperti berciuman dan adegan yang lainnya dalam merayakan hari Valentine itu, para pasangan muda-mudi yang sedang mabuk asmara itu memilih tempat yang rimbun dengan pepohonan cemara dengan tetap diatas sepeda motor mereka. Sehingga mereka tidak terlalu bisa dilihat oleh pengujung yang lainnya.

Tak hanya di kawasan pantai Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu tersebut, para pemuda juga memanfaatkan lokasi Terminal Wisata Tuban untuk melakukan perbuatan mesum lantaran tempatnya yang sepi. Di lokasi wisata itu juga nampak sejumlah pasangan pemuda yang sedang berbuat mesum, namun tidak ada tindakan maupun perngan dari dari petugas penjaga wisata tersebut.
Sumber : www.beritajatim.com

Kemenkes : Permen Cinta Ilegal !

Wamenkes - Ali Gufron
Surabaya - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan permen karet cinta pembangkit libido seks yang beredar di Indonesia adalah ilegal alias tidak berizin.

"Semua produk obat dan makanan yang beredar selalu dilengkapi sejumlah izin resmi sesuai undang-undang.  Jika tidak dilengkapi izin, maka dipastikan produk makanan dan obat itu adalah ilegal," tegas Wakil Menkes Ali Gufron kepada wartawan saat kunjungan kerja ke RSU dr Soetomo Surabaya, Kamis (14/2/2013).

Menurut dia, jika masyarakat tetap nekad mengkonsumsi permen karet cinta itu, maka negara tidak menjamin keamanan dan kesehatan produk itu.

Kemenkes bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan pengawasan ketat terhadap peredarannya. "Jika berdasarkan penyelidikan, terus kami temukan tempat produksinya pasti akan kami bongkar," tukasnya.

Beberapa pekan terakhir, terungkap peredaran permen pembangkit libido khusus wanita melalui broadcast BlackBerry Messenger (BBM) dan situs internet. Permen menyerupai permen karet itu dijual Rp 75 ribu hingga Rp 125 ribu per kotak. Permen tersebut diyakini mampu meningkatkan libido wanita usai mengkonsumsi.

Balai Besar POM Surabaya meminta perempuan di Jatim mewaspadai permen karet cinta pembangkit libido saat perayaan Valentine Day. Apa lagi permen karet yang dikhususkan konon untuk pembangkit gairah seksual tersebut sama persis dengan permen karet yang beredar di pasaran.

Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan Balai Besar POM Surabaya Trikoranti Mustikawati dikonfirmasi terpisah menambahkan, melihat bentuk dan model sama dengan permen karet kebanyakan yang diperjualbelikan di toko-toko, maka masyarakat awam yang tidak tahu akan sulit mengenali permen karet yang sudah menyebar di masyarakat tersebut.
Sumber : www.beritajatim.com

Pemukiman Warga Dilempar Bom Ikan

Rumah yang terkena lemparan bom ikan
Sumenep - Warga Dusun Topoar, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, digegerkan dengan bunyi ledakan dahsyat dari rumah Rifki, warga setempat.

Akibatnya, atap, genting, dan tembok rumah bagian belakang berlobang. Ledakan tersebut diduga berasal dari lemparan bondet atau bom ikan rakitan.

"Saat kejadian, saya, Bapak, dan Ibu sedang ke tetangga yang masih famili, ada acara. Di rumah cuma tinggal adik saya yang paling kecil, terus nenek. Adik saya yang satu lagi ada di Musholla," kata Rifki, Kamis (14/02/13).

Ia menceritakan, saat kejadian, adiknya yang paling kecil menangis memanggil Bapak, minta diantarkan ke tempat ibu. Namun baru sekitar 50 meter meninggalkan rumah, terdengar ledakan sangat keras. "Ledakannya sampai enam kali. Tapi Alhamdulillah tidak ada korban. Cuma nenek saya pingsan waktu dengar ledakan itu. Adik saya untungnya selamat. Kalau saja bondet itu dilempar ke arah musholla, bisa-bisa adik saya jadi korban," ujarnya.

Sementara Kepala Dusun Topoar, Desa Karduluk, M. Rasyid menjelaskan, bunyi ledakan tersebut terdengar hingga tiga dusun sekitar, bahkan hingga perbatasan Desa Kapedi. Ledakan semacam itu bukan baru pertama kali terjadi. Beberapa hari sebelumnya, rumah warga setempat juga dilempari bondet. "Warga di dusun ini sekarang jadi resah, karena khawatir menjadi sasaran teror bondet berikutnya. Entah apa alasannya kok rumah warga kami kerap jadi sasaran pelemparan bondet," keluhnya.

Rasyid menambahkan, pelaku pelemparan bondet tersebut diduga berjumlah empat orang menggunakan dua sepeda motor. "Mereka semuanya menggunakan helm teropong, jadi gak jelas wajahnya. Tapi ada warga yang sempat melihat," terangnya.

Menurut Rasyid, tidak hanya bagian belakang rumah Rifki yang terkena lemparan bondet. Namun diduga ada upaya membakar bagian dapur. Terbukti tumpukan kayu-kayu di dapur sempat dibakar pelaku. Beruntung keburu ketahuan warga, sehingga api tidak sampai merembet ke bangunan rumah.

"Ada botol air mineral bekas bensin yang diduga digunakan untuk membakar tumpukan kayu di dapur. Botol itu sudah dibawa polisi, berikut sisa bondet dibawah pohon yang dilemparkan pelaku," ungkapnya.

Kepala Bagian Operasional Polres Sumenep, Komisaris Polisi Edy Purwanto mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut, mulai warga sekitar hingga pemilik rumah. "Yang jelas kasus ini masih dalam penyelidikan kami. Beberapa barang bukti sudah diamankan di Polsek Pragaan," ujarnya singkat.

Sumber : www.beritajatim.com

Genset Bakar Balaikota Malang

Petugas berusaha memadakan api dari genset
Malang - Diduga akibat konsleting arus listrik, genset di Balaikota Malang mengalami kebakaran, Kamis (14/2/2013). Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk memadamkan kebakaran ini. Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut diketahui pertama kali oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang yang berjaga di pos depan Balaikota, karena genset tersebut letaknya berdekatan dengan pos Satpol PP.

"Saat kami berjaga di pos, tiba-tiba api berkobar dari genset, kami langsung panik, karena apinya cukup besar," ujar salah satu petugas Satpol PP, Sandhi pada beritajatim.com.

Sebelum Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang menuju lokasi kejadian, petugas Satpol PP langsung mencoba memadamkan api menggunakan delapan tabung pemadam kebakaran yang ada di Balaikota. "Kami mencoba gerak cepat sebelum api menyebar, tetapi kami tidak berani membuka genset karena yang lebih tahu mengenai teknisnya PMK," ucapnya.

Sandhi mengaku tak mengetahui pasti penyebab kebakaran, namun kebetulan pada saat genset terbakar ada beberapa tukang yang sedang melakukan pengecekan mesin. "Tetapi saya pikir kebakaran itu tidak ada hubungannya dengan tukang yang sedang melakukan pengecekan mesin. Karena pada saat terbakar, genset dalam keadaan mati," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Malang, Sri Winarni mengatakan, diduga kuat kebakaran itu disebabkan oleh konsleting yang terjadi di dalam mesin genset. "Genset ini kondisinya mati, tetapi solarnya penuh. Untuk itu tadi kita minta tolong PMK membantu pemadaman," kata dia.

Ditanya mengenai kerugian akibat kebakaran, Sri Winarni mengaku masih belum menghitung pasti. "Kerugian belum tahu, tetapi genset ini memang sudah lama meski sejauh ini tidak ada masalah," tutur Winarni.

Ia mengungkapkan, genset tersebut merupakan satu dari dua genset yang ada di Balaikota Malang. "Genset itu akan otomatis menyala ketika listrik di Balaikota mati," pungkasnya

Sumber : www.beritajatim.com 

Gelombang Laut Selatan Makan Bibir Pantai

Drs Rochani – Kepala BPPD Kabupaten Lumajang
Kemarin pagi (13/01/2013) terjadi gelombang pasang di pantai laut selatan Lumajang setinggi 4 s/d 5 meter yang memakan bibir pantai sejauh kurang lebih 1 Km. Drs. Rochani Kepala BPPD Lumajang sewaktu diwawancarai SKB.COM menyatakan ” Sejauh ini pihaknya telah melakukan himbauan kepada warga sepanjang pantai selatan Lumajang untuk meningkatkan kewaspadaan dan kami akan mengevaluasi serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, apakah gelombang pasang tersebut merupakan dampak  kegiatan penambangan pasir dibibir pantai laut selatan”.
Drs. Rochani menambahkan “Gelombang pasang yang terjadi kemarin pagi bukan tsunami kecil namun gelombang pasang biasa”. Meski sampai berita diturunkan belum berdampak terhadap pemukiman atau lahan pertanian warga. Guna meminimalisir adanya korban terhadap gelombang pasang tersebut, pihaknya telah mendirikan posko di desa Jarit-Candipuro yang terdiri dari elemen TNI, Polri, Muspika setempat, ORARI, RAPI, dan Relawan dibagi 2 shift piket yang melibatkan 5 orang dengan rolling waktu per 12 jam setiap hari.
Iwan H. salah satu warga Pasirian mengatakan “Penambangan pasir saat ini terkonsentrasi di bibir pantai, malah disana beroperasi kurang lebih tiga buah “bego” (mesin pengeruk besar), jadi wajar kalau gelombang pasang terjadi sampai jauh memakan bibir pantai”. “Kami masayarakat berharap pemerintah peka dan mengambil tindakan sebelum merugikan warga pesisir pantai selatan Lumajang” pungkasnya.
 
Copyright © 2011 Kilas
Johny Template | Powered by Blogger
Template by Creating Website Published by Mas Template