![]() |
| Drs Rochani – Kepala BPPD Kabupaten Lumajang |
Drs. Rochani menambahkan “Gelombang pasang yang terjadi kemarin pagi bukan tsunami kecil namun gelombang pasang biasa”. Meski sampai berita diturunkan belum berdampak terhadap pemukiman atau lahan pertanian warga. Guna meminimalisir adanya korban terhadap gelombang pasang tersebut, pihaknya telah mendirikan posko di desa Jarit-Candipuro yang terdiri dari elemen TNI, Polri, Muspika setempat, ORARI, RAPI, dan Relawan dibagi 2 shift piket yang melibatkan 5 orang dengan rolling waktu per 12 jam setiap hari.
Iwan H. salah satu warga Pasirian mengatakan “Penambangan pasir saat ini terkonsentrasi di bibir pantai, malah disana beroperasi kurang lebih tiga buah “bego” (mesin pengeruk besar), jadi wajar kalau gelombang pasang terjadi sampai jauh memakan bibir pantai”. “Kami masayarakat berharap pemerintah peka dan mengambil tindakan sebelum merugikan warga pesisir pantai selatan Lumajang” pungkasnya.






Posting Komentar