JAKARTA - Ingin mempunyai usaha sampingan tapi bingung
memilih investasi yang cocok dan menghasilkan untung besar? Mungkin
dengan membuka usaha di bidang makanan bisa menjadi referensi Anda.
Coba
saja Anda investasi burger nasi. Ya, Krawu Burger adalah sebuah brand
bisnis makanan cepat saji berbasis produk utama nasi, sebagai solusi
atas kebutuhan masyarakat akan makanan yang disajikan dengan cepat,
praktis dan lezat untuk menemani di sela-sela kesibukan yang padat.
Makanan
ini juga merupakan salah satu satu sarana untuk melestarikan warisan
kuliner nusantara yang beraneka ragam. Visi perusahaan ini adalah
menjadi perusahaan kuliner khas Indonesia yang dikemas secara modern
dengan pelayanan terbaik di dunia.
Sang empunya, Teguh Indoko,
awalnya ingin melestarikan makanan tradisional, khususnya makanan khas
Kota Gresik yakni nasi krawu. Namun seiring zaman yang berkembang,
banyak makanan dari negara luar yang masuk ke Indonesia sehingga membuat
makanan tradisional tergerus.
"Maka dari itulah saya membuat
Krawu Burger, makanan tradisional yang dibungkus secara modern. Makanan
khas kota Gresik yang terdiri dari daging suir dan serundeng kelapa.
Lalu dimodifikasi dalam bentuk burger, makanya di namakan krawu burger,"
ungkap Teguh Indoko kepada Okezone, di Pesta Wirausaha 2013, di Ji-Expo Kemayoran, Jakarta.
Teguh
menceritakan, pada mulanya dia memang berniat menjadi pengusaha. Semua
dilakukannya bersama sang istri, Ella. Kala itu, modal awal yang
dimilikinya hanya sebesar Rp2 juta, dan meminjam dari orangtua.
"Saya
menjual krawu burger ini sendiri dari bazaar ke bazaar. Responsnya
cukup baik. Omzetnya sekira Rp1 juta dan untuk keuntungannya masih
banyak kira-kira Rp500 ribu, karena jual sendiri dan belum ada pegawai,"
katanya.
Kemudian, Teguh memutuskan untuk ikut kompetisi. Tak
dinyana, dirinya selalu menang dalam kontes tersebut. Sebut saja sebagai
Winner Diplomat Success Challange Season 2, Wismilak 2011. Winner Shell
liveWire "Business Start Up Awards PT Shell Indonesia 2011.
"Itulah
alasan saya juga berani membuka usaha krawu burger ini secara nasional.
Saya yakin krawu burger ini dapat berkembang secara cepat," imbuhnya.
Teguh
menambahkan, sejak pertama berdiri pada 2011 di Surabaya, dia hanya
memiliki satu outlet. Sekarang, sudah tiga outlet mandiri yang
dimilikinya. Dirinya pun mempunyai empat mitra usaha yang tersebar di
kota besar di Jakarta, Malang, Surabaya dan, Semarang. Serta dalam tahap
pembukaan di Jakarta ada dua.
Krawu Burger. lanjutnya, mempunyai
lima menu andalan, krawu original, rendang, teriyaki, steak, dan lada
hitam. Menurutnya, masing-masing menu terdapat level kepedasan yang
berbeda, yaitu gurih, pedas, super pedas.
"Kami punya tagline 'cara
baru makan nasi tanpa piring dan sendok'. Sedangkan untuk segmentasinya
luas, mencakup semua pasar, semua umur, dan luas. Dari harga tidak
mahal dibanderol untuk harga anak-anak satu porsi mini sebesar Rp5.000
dan ukuran jumbo untuk orang dewasa dibanderol sebesar Rp9.000,"
jelasnya.
Dia menambahkan, selain daging sapi sebagai bahan baju
utama, ke depannya Krwu Burger akan menggunakan daging ayam dan daging
ikan. Walaupun ketika menggunakan daging ayam sempat turun, dirinya tak
gentar untuk terus mencoba.
"Harapan saya makanan tradisional
terus bertahan dan kalau bisa kita bungkus lagi secara berbeda, agar
makanan khas kita tidak tenggelam dari makanan luar atau modern,"
tegasnya.
Nah, bagi Anda yang berminat dengan bisnis ini, Teguh menawarkan mitra usaha dengan nilai investasi usaha sebesar Rp35 juta.
Pemasukan:
Target omzet rata-rata per hari Rp370 ribu.
Target omzet rata-rata per bulan (30) Rp11.100.000
Pengeluaran:
Pemakaian bahan baku 55 persen sebesar Rp6.105.000
Gaji dan komisi satu pegawai Rp1,2 juta.
Operasional dan sewa tempat Rp1 juta.
Total pengeluaran Rp8.305.000
Nett profit Rp2,795 juta
Balik modal +/- 1,1 tahun
Fasilitas yang didapat mitra: outlet dan peralatan lengkap, bahan baku awal 100 produk, manual book (SOP), masa kerjasama lima tahun, paket promosi (banner, flyer, seragam karyawan), dan konsultasi (maintanance dan monitoring).
"Rp35 juta sudah termasuk booth sudah lengkap. Rice cooker,
kompor, timbangan digital standarisasi produk kita terjaga. Untuk mitra
usaha tidak perlu khawatir. Kami juga membuka dua sistem pengolahan outlet income, yaitu sistem pengolahan mandiri dan autopilot, pengertian pengolahan mandiri seluruhnya dilakukan customer mitra dan mendapatkan income secara full. Sedangkan autopilot customer tinggal investasi saja. Kami yang mengelola namun hasil income dibagi 50:50," pungkasnya.
Sumber : okezone.com
Home »
Ekonomis Bisnis
» Untung Rp 11 juta/Bulan dari Investasi Krawu Burger
Untung Rp 11 juta/Bulan dari Investasi Krawu Burger
Written By Kilas Posts on Jumat, 15 Februari 2013 | 02.20
Label:
Ekonomis Bisnis






Posting Komentar